[SALAH] Vaksin HPV Sebabkan HIV
Beredar foto [arsip] dari akun Facebook “Herlin Sinaga” pada Minggu (2/8/2026) berisi klaim vaksin Human Papillomavirus (HPV) dapat menyebabkan seseorang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Unggahan disertai narasi:
“Gua pernah ngobrol sektar thn 2008 an, sama seorang Germo asli Cina Medan, di Saritem Bandung (lokalisasi perek bandung).
Dia bilang, anak buahnya setiap digerebek Dinkes buat vaksin HPV, langsung dicegah germonya.. Kasih duit, suruh balik. Dia bilang karena disuntik HPV, beberapa anak buahnya malah jd kena HIV .. Apalagi saat 2006-2008 vaksin HPV masih Percobaan..
Nah coba, germo aja ga mau anak buahnya disuntik HPV, ini emak2 soleha, rajin ibadah dan gemar menabung, mauan ya”
Hingga Kamis (20/8/2026), unggahan telah mendapatkan 280-an tanda suka, menuai 160-an komentar dan telah dibagikan ulang 100-an kali.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “vaksin HPV dapat sebabkan seseorang terinfeksi HIV” ke pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan bukti ilmiah bahwa vaksin HPV dapat sebabkan HIV.
Menurut World Health Organization (WHO), sejak vaksin HPV telah mendapatkan izin penggunaan sejak pada 2006 dan keamanan vaksin tersebut telah dipantau melalui berbagai penelitian dan sistem pemantauan pasca pemasaran. Global Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVS) telah meninjau data keamanan vaksin HPV secara berkala sejak 2007. WHO menyatakan tidak menemukan masalah keamanan baru yang mengubah rekomendasi penggunaan vaksin HPV dan menilai vaksin tersebut memiliki profil keamanan yang sangat baik.
Hal tersebut juga sejalan dengan Centers of Disease Control and Prevention (CDC). CDC menyebut bahwa sejak vaksin HPV diperkenalkan pada 2006, pemantauan keamanan dan berbagai penelitian yang dilakukan CDC, FDA, serta organisasi lainnya menunjukkan rekam keamanan vaksin HPV yang meyakinkan. CDC juga menyatakan vaksin HPV aman dan efektif mencegah infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker.
Selain itu, HPV dan HIV merupakan dua virus yang berbeda. HPV merupakan virus yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk sejumlah jenis kanker, sedangkan HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa vaksin HPV menggunakan komponen yang menyerupai virus dan tidak mengandung material genetik (DNA) dari virus HPV hidup, sehingga tidak menyebabkan infeksi HPV.
Sementara itu, menurut CDC, HIV menyebar melalui paparan tertentu terhadap cairan tubuh seseorang yang memiliki HIV, antara lain melalui hubungan seksual, penggunaan jarum atau alat suntik yang terkontaminasi, serta dari ibu ke bayi dalam kondisi tertentu. CDC tidak mencantumkan vaksin HPV sebagai cara penularan HIV.
Faktanya, HIV ditularkan melalui paparan tertentu terhadap cairan tubuh yang mengandung virus, bukan akibat dari vaksin HPV. Jadi, unggahan berisi klaim “vaksin HPV sebabkan HIV” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).
https://www.who.int/groups/global-advisory-committee-on-vaccine-safety/topics/human-papillomavirus-vaccines/safety
https://www.cdc.gov/vaccine-safety/vaccines/hpv.html
https://ayosehat.kemkes.go.id/1000-hari-pertama-kehidupan/seputar-imunisasi
https://www.cdc.gov/hiv/causes/index.html
https://web.facebook.com/herlins3/posts/pfbid02y2vm1dUrMtuZgsDUqLoghnVFCFEgi9v1grw47wVnm7tdFrKpdyGkL67mHeUc4MN4l
https://archive.org/details/screenshot-133_202608
Publish date : 2026-08-20