Hoaks! Video KDM minta maaf ke Prabowo karena ke NTT mendahului presiden
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di Facebook menampilkan dua video. Video bagian atas menampilkan Dedi Mulyadi (KDM) yang terlihat menyampaikan permintaan maaf dan menyampaikan pernyataan kepada Presiden Prabowo Subianto, Kapolri, Kapolda, dan Direskrimum.
Berikut ucapan KDM dalam video tersebut:
“Pak Presiden, Pak Kapolri, Pak Kapolda, Pak Direskrimum, saya tidak bermaksud untuk memperkeruh suasana, saya tidak bermaksud melakukan apapun kecuali ini adalah panggilan jiwa saya. Saya melihat orang-orang kecil menjerit dan menangis bingung apa yang harus mereka lakukan. Semoga ini jalan bagi kita untuk membuka kebenaran. Saya yakin tangisan ini bukan kebohongan. Saya yakin tangisan ini bukan rekayasa bukan akting ini adalah yang sebenarnya mohon.”
Unggahan tersebut diberi narasi:
“Kasian sekali bapak KDM sampai meneteskan Air mata,minta maaf kepada Presiden karena telah mendahuluinya pergi ke NTT...Padahal inilah murni pangilan hati nurani ..Sabar ya Pak”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah video tersebut menunjukkan KDM meminta maaf kepada Presiden Prabowo karena pergi ke NTT sebelum Presiden?
Berdasarkan penelusuran, video tersebut merupakan video lama yang tidak berkaitan dengan kunjungan Dedi Mulyadi ke NTT.
Video serupa ditemukan pada kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL dengan judul “TANGIS TEGUH TAK TERBENDUNG | MENYESAL PERNAH BERBOHONG SAAT DIPER1KSA”, yang diunggah pada 10 Juni 2024.
Dalam video tersebut, Dedi Mulyadi mengundang seorang saksi bernama Teguh untuk membahas kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita atau Vina Cirebon yang terjadi pada 27 Agustus 2016.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Teguh terlihat menangis dan mengungkapkan penyesalannya karena pernah memberikan kesaksian yang tidak benar saat diperiksa polisi.
Dedi Mulyadi kemudian turut menangis setelah mendengar pengakuan dan penyesalan Teguh.
Ia merasa sedih karena kesaksian tersebut berdampak pada sejumlah orang yang kemudian menjalani hukuman dalam perkara tersebut.
Video tersebut tidak menunjukkan Dedi Mulyadi meminta maaf kepada Presiden Prabowo karena mendahului kunjungan Presiden ke NTT.
Melalui akun Instagram resminya, Dedi Mulyadi juga menyatakan bahwa video tersebut tidak berkaitan dengan kunjungannya ke NTT.
Diketahui, Dedi Mulyadi memang berangkat ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 22 Agustus 2026 menyerahkan langsung bantuan dari berbagai elemen di Jawa Barat senilai Rp4 miliar untuk membantu perbaikan rumah warga yang rusak terdampak bencana gempa bumi di NTT.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dengan demikian, narasi yang menyebut video tersebut sebagai rekaman Dedi Mulyadi meminta maaf kepada Presiden Prabowo karena pergi ke NTT terlebih dahulu adalah keliru.
Video tersebut merupakan rekaman lama dari 2024 yang berkaitan dengan kasus Vina Cirebon, bukan kunjungan Dedi Mulyadi ke NTT.
Klaim: Video KDM minta maaf ke Prabowo karena ke NTT mendahului presiden
Rating: Hoaks
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
https://www.facebook.com/reel/1110272804665636
https://www.youtube.com/watch?v=pAKj7zmBm-o
https://www.instagram.com/reel/DcbHdsopNMb/?utm_source=ig_embed&ig_rid=AObBqPiCiHmKcbTTnSjCKZi
Publish date : 2026-09-03
Hal Menarik Lainnya...