Tidak Benar, Gambar Kerusakan
tirto.id - Beredar di media sosial gambar yang diklaim menunjukkan kondisi sebuah wilayah di Nepal sebelum dan sesudah dilanda banjir dahsyat pada 26 Agustus 2026.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Dwi Si Arankaru” (arsip) pada Kamis (27/8/2026). Dalam unggahan tersebut memperlihatkan gambar pemukiman dengan rumah-rumah berwarna-warni di sisi sungai pada bagian “before”, sedangkan bagian “after” memperlihatkan kawasan yang dipenuhi lumpur dan material longsoran.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“BEFORE AFTER PRAY FOR NEPAL.” Begitu narasi tertulis dalam gambar.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (4/9/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 1 tanda suka. Pengunggah juga menuliskan keterangan terkait penyebab banjir bandang di Nepal.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
"*Penyebab Banjir Bandang Nepal, 26 Agustus 2026*
Banjir bandang ini terjadi di perbatasan Nepal - Tibet, tepatnya di Sungai Bhotekoshi / Lhende Khola, wilayah Rasuwa & Nuwakot 48de
*Penyebab Utama: Longsoran Gletser + Es + Batu*
1. *Gletser runtuh*: Pagi 26 Agustus 2026 sekitar jam 08:37, bagian bawah gletser di ketinggian ±17.060 kaki runtuh dan jatuh ke dasar lembah
2. *Longsoran es-batu*: Runtuhan itu berupa "avalanche" es, batu, dan lumpur yang langsung masuk ke Sungai Lhende Khola, anak sungai Bhotekoshi. Air sungai langsung naik jadi banjir bandang + lumpur
3. *Bukan gempa*: Awalnya dikira gempa 4.4 magnitudo. Tapi USGS bilang getaran itu justru karena longsoran gletsernya sendiri, setara gempa 5.2. Jadi gempa tidak memicu, tapi longsoran yang bikin getaran c468b55efe57
*Faktor yang Memperparah*
1. *Musim hujan + Monsoon*: Tanah dan sediment di lembah sudah jenuh air karena musim hujan. Jadi pas longsoran datang, volumenya jadi "gargantuan" banget
2. *Pencairan salju cepat*: 24 jam sebelum kejadian, banyak salju di gletser meleleh. Citra satelit menunjukkan gletser yang tadinya tertutup salju jadi es telanjang. Kemungkinan karena suhu hangat
3. *Perubahan iklim*: Himalaya memanas lebih cepat dari wilayah lain. Dalam 30 tahun terakhir Nepal kehilangan 1/3 esnya. Es yang meleleh bisa masuk ke retakan gletser/batu dan melemahkannya fe57c4681b2d
*Dampaknya*
- *Lokasi*: Rasuwa, Nuwakot Nepal + Gyirong Port Tibet
- *Korban*: 160+ meninggal, 1.400+ hilang termasuk 700+ warga asing
- *Kerusakan*: Rumah, jembatan, jalan, 7 pembangkit listrik tenaga air rusak 431.1 MW 48dec468a185
Singkatnya: *Longsoran gletser es+batu di musim hujan + suhu hangat* jadi pemicu utama banjir bandang ini. Para ahli masih butuh berminggu-minggu buat memastikan detail pastinya.” Begitu keterangan dalam unggahan.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook "Sri Chely Yanti", "Maulida Aisyakila", “Ratna Ibunya Reza Muhammad,” “Indah Kutai” dan pada akun Instagram “jom_dakwah” pada salindia kedua. Semua unggahan tersebut menampilkan gambar serupa terkait keadaan sebelum dan sesudah banjir di Nepal yang mengakibatkan kerusakan di area perumahan warna-warni dan sungai.
Lantas, benarkah gambar tersebut merupakan kejadian asli banjir di Nepal pada 26 Agustus 2026?
Baca juga:Banjir Nepal: Ribuan Hilang, Evakuasi Berpacu dengan Waktu
periksa fakta Manipulasi AI Banjir Nepal.
Untuk memverifikasi kebenaran klaim, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) dengan menggunakan mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang menunjukkan bahwa gambar tersebut asli diambil dari kejadian banjir di Nepal.
Dalam laman U.S. Geological Survey (USGS)dilaporkan, pada 26 Agustus 2026 memang terjadi aliran debris dan banjir besar yang kemungkinan dipicu kegagalan lereng yang melibatkan gletser di kawasan Taman Nasional Langtang, dekat perbatasan Nepal-China. Aliran tersebut bergerak sekitar 100 kilometer dan berdampak pada wilayah di sepanjang Sungai Lende Khola dan Trishuli Khola.
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Banjir Nepal 26 Agustus” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke laman BBC yang melaporkan banjir bandang di perbatasan Nepal dan Tibet disebabkan gempa bumi dan menampilkan video suasana banjir.
Badan Geologi AS mengatakan banjir bandang yang menewaskan ratusan orang itu dipicu oleh "runtuhnya gletser" di Pegunungan Himalaya. Penyebab keruntuhan gletser itu belum diketahui secara pasti, tetapi selama bertahun-tahun para ilmuwan telah memperingatkan bahwa kenaikan suhu dan perubahan iklim membuat gletser Himalaya mencair lebih cepat.
Dari gambar yang ditampilkan, Tirto mengamati perbandingan gambar dan menemukan kejanggalan visual yang terlihat jelas. Dalam gambar yang beredar, distorsi arsitektur jembatan terlihat tidak simetris, bentuk bangunan kotak-kotak warna yang acak tanpa detail struktur nyata seperti jendela atau pintu, serta tekstur aliran air dan lumpur yang tampak seperti sapuan kuas digital yang abstrak saat diperbesar.
Tirto juga membandingkan gambar yang beredar dengan citra satelit wilayah Timure, salah satu kawasan yang terdampak banjir. Hasil perbandingan menunjukkan tata letak bangunan dalam gambar viral tidak sesuai dengan kondisi Timure.
Dalam citra satelit autentik, bangunan di Timure terkonsentrasi di salah satu sisi sungai. Sementara dalam gambar yang beredar, rumah-rumah tampak tersebar relatif merata di kedua sisi sungai. Posisi sejumlah jembatan juga tidak sesuai antara gambar “before” (sebelum) dan “after” (sesudah).
Untuk memastikannya keaslian gambar dalam unggahan tersebut, Tirto menggunakan layanan Hive Moderation, guna menganalisis gambar tersebut. Hasilnya menunjukkan, gambar tersebut memiliki probabilitas sebesar 98,6 persen sebagai hasil manipulasi AI.
Senada dengan hal tersebut, laman AFP Fact Check, menuliskan bahwa banjir dahsyat memang menerjang perbatasan Nepal-Tibet pada Agustus 2026. Banjir tersebut menewaskan lebih dari 1.200 orang dan menghancurkan ribuan bangunan.
Namun, pada unggahan viral yang menggambarkan "before" dan "after" atau perbandingan visual yang diklaim sebagai kondisi riil salah satu daerah di Nepal "sebelum" dan "sesudah" dilanda banjir bandang, ternyata dihasilkan oleh AI.
Hasil penelusuran AFP Fact Check pada gambar yang beredar tersebut menunjukkan bahwa bangunan-bangunan yang ditampilkan dalam gambar tidak sesuai dengan citra satelit asli. Selain itu, alat deteksi OpenAI juga menandai gambar perbandingan yang diunggah tersebut adalah hasil buatan AI.
"Generated with OpenAI tools. This content was generated using OpenAI tools. The signals below provide supporting evidence for this result." Demikian penjelasan dari hasil verifikasi yang tertulis pada laman OpenAI tools tersebut.
Adapun foto-foto nyata dari lokasi bencana juga dipublikasikan media. Laman Kathmandu Post melaporkan kerusakan akibat banjir Bhote Koshi di Rasuwa, termasuk kawasan Timure dan Syabrubesi, turut menyertakan dokumentasi lokasi yang terdampak.
Baca juga:Banjir Bandang Nepal 2026, Sinyal Krisis Iklim di Himalaya?
Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyebutkan bahwa gambar “before-after” kondisi riil salah satu wilayah di Nepal sebelum dan setelah banjir, bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Gambar tersebut merupakan konten yang dibuat menggunakan AI dan kemudian disebarkan seolah-olah sebagai dokumentasi bencana. Dalam beberapa gambar yang diunggah, juga ditemukan watermark AI dan ketidaksesuaian tata letak bangunan dengan kondisi sebenarnya di Timure.
Di sisi lain, banjir dan aliran debris yang menerjang wilayah Nepal pada 26 Agustus 2026 merupakan bencana nyata dan menyebabkan kerusakan serius. Karena itu, penggunaan gambar AI dalam konteks bencana nyata berpotensi menyesatkan publik, meskipun narasi solidaritas seperti “Pray for Nepal” dimaksudkan untuk menunjukkan keprihatinan.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
https://www.facebook.com/photo/?fbid=39137893049143430&set=a.314431168583102
https://www.facebook.com/photo/?fbid=28473716932246222&set=a.242679159110044
https://www.facebook.com/photo/?fbid=1561992492391136&set=gm.2133308687380266&idorvanity=1750338505677288
https://www.facebook.com/ratna.onong/posts/pfbid0F82rpFeQisc6bpC5zK7VyEfy8SSZM5WzjbnG44JCBh9X8BpW55AuS1c17ARskBYTl?rdid=dW3uoxqbgm8usldc#
https://www.facebook.com/indah.kutai.2025/posts/pfbid073xY7crMjSQz4TK1UMLKEeisumdnuL4Z188jPchThEWsN2jdXTucoAN7zfmaWzzHl?rdid=GvGYppYW9bzTmtwL#
https://www.instagram.com/p/DchdoI_kq9N/?img_index=1&igsi=YnM1ZWtiYzFocWhy
https://tirto.id/banjir-nepal-ribuan-hilang-evakuasi-berpacu-dengan-waktu-hChN
https://www.usgs.gov/programs/landslide-hazards/science/2026-nepal-debris-avalanche-and-flash-flood
https://www.bbc.com/indonesia/articles/cwyz5pkxxx8o
https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
https://factcheck.afp.com/doc.afp.com.C6YF89F
https://openai.com/research/verify/
https://kathmandupost.com/national/2026/08/26/in-photos-bhotekoshi-flood-leaves-a-trail-of-destruction
https://tirto.id/banjir-bandang-nepal-2026-sinyal-krisis-iklim-di-himalaya-hB6l
Publish date : 2026-09-04
Hal Menarik Lainnya...