[SALAH] Erupsi Gunung di Indonesia Berkaitan dengan HAARP
Hingga Selasa (9/9/2026) unggahan video tersebut menuai 1.300-an tanda suka dan 500-an komentar.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mencari tahu “cara kerja HAARP” pada kolom pencarian Google, hasil penelusuran teratas mengarah pada pemberitaan sindonews.com “Mengenal Cara Kerja HAARP, Penelitian Ionosfer AS yang Dicurigai sebagai Senjata Pembuat Bencana” tayang Senin (27/6/2022).
Dalam pemberitaan tersebut dijelaskan bahwa HAARP merupakan akronim dari High Frequency Active Auroral Research Program, sebuah fasilitas penelitian yang berada di Gakona, Alaska, Amerika Serikat. Fasilitas ini digunakan untuk mempelajari proses fisik yang terjadi di lapisan atas atmosfer, khususnya ionosfer dan termosfer.
Penelitian tersebut juga bertujuan mengkaji potensi pemanfaatan ionosfer untuk pengembangan teknologi komunikasi radio dan pengintaian dengan memancarkan gelombang radio frekuensi tinggi ke arah atas, yakni ke lapisan ionosfer yang jaraknya puluhan hingga ratusan kilometer ke atas di atmosfer bumi.
Sementara seperti yang dilansir detik.com, erupsi gunung berapi disebabkan oleh dapur magma yang penuh sehingga terjadi letusan yang mengeluarkan material seperti lava, gas, dan abu. Letusan tersebut bisa terjadi secara efusi, lava mengalir tanpa redakan, atau secara eksplosif magma keluar dengan ledakan. Aktivitas vulkanik tersebut berawal dari dinamika tektonik dan penumpukan tekanan di dapur magma yang berada jauh di kedalaman bumi.
Sehingga, secara ilmu fisika dan geologi, sangat tidak mungkin fasilitas HAARP dapat memicu erupsi gunung berapi karena gelombang radio yang dipancarkan HAARP ke udara tidak memiliki kemampuan fisik maupun energi yang cukup untuk menembus lapisan batuan padat ke dalam perut bumi, apalagi hingga memanaskan magma untuk menciptakan letusan yang dikendalikan dari jarak jauh.
Terkait fenomena beberapa gunung berapi di Indonesia yang erupsi dalam waktu berdekatan, hal tersebut bukanlah sebuah anomali atau akibat dari campur tangan teknologi. Diketahui dari tirto.id Indonesia secara geografis terletak di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) dan merupakan titik pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia. Dengan memiliki sekitar 127 gunung api aktif, fenomena erupsi yang terjadi secara bersamaan atau berurutan murni merupakan dinamika geologis alamiah yang sudah sering terjadi.
Masih dari tirto.id, erupsi gunung bersamaan pernah terjadi pada 2020. Berdasarkan laporan PVMBG pada April 2020 Gunung Kerinci, Anak Krakatau, Merapi, Semeru, Ibu, dan Dukono pernah mengalami erupsi dan sama-sama berada pada Level II (Waspada).
Faktanya, gelombang radio dari HAARP yang dipancarkan ke ionosfer tidak memiliki kemampuan menembus kerak bumi untuk memicu aktivitas dapur magma. Fenomena erupsi beruntun di Indonesia murni merupakan dinamika alamiah karena posisi Indonesia yang berada di jalur Cincin Api Pasifik. Jadi, unggahan video berisi klaim “erupsi gunung di Indonesia berkaitan dengan HAARP” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
https://tekno.sindonews.com/read/810061/768/mengenal-cara-kerja-haarp-penelitian-ionosfer-as-yang-dicurigai-sebagai-senjata-pembuat-bencana-1656313603
https://news.detik.com/berita/d-6443438/apa-penyebab-erupsi-gunung-cek-penjelasannya-di-sini
https://tirto.id/kenapa-gunung-api-di-indonesia-erupsi-bersamaan-hCsM
https://www.instagram.com/p/Dc-HoRBpK8A/c/
https://archive.ph/gI3If
Publish date : 2026-09-09
Hal Menarik Lainnya...