Tidak Benar, Foto Tim SAR Penyelamatan Pesawat ATR 42-500

tirto.id - Beredar sebuah unggahan foto yang diklaim sebagai penyelamatan pesawat ATR 42-500 yang dikonfirmasi hilang kontak hingga akhirnya jatuh di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026). Foto tersebut disertai disertai narasi penemuan korban pertama di kawasan Puncak Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan pada 18 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

Foto ini dibagikan melalui akun Facebook @Ida Bunga (arsip) pada Selasa (20/01/2026). Dalam foto tersebut, terlihat beberapa tim Basarnas yang berdiri di sekitar puing pesawat. Beberapa petugas terlihat menggunakan tali saat menuruni tebing yang tinggi.

let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

Dalam unggahannya disebutkan bahwa operasi pencarian memasuki hari kedua dan diklaim telah mencapai tahap krusial setelah tim SAR gabungan menemukan satu jenazah korban di lokasi yang sangat ekstrem, yakni di dinding tebing batu dengan kemiringan hampir tegak lurus, atau pada kemiringan 90 derajat. Posisi puing pesawat dan korban yang terjepit di tebing vertikal diklaim membuat proses evakuasi harus dilakukan oleh tim vertical rescue Basarnas menggunakan teknik rappelling.

let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

#gpt-inline3-passback{text-align:center;}

Hingga unggahan tersebut dibuat, diklaim baru satu korban ditemukan dari total 10 orang di dalam pesawat, sementara tim gabungan masih melanjutkan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

#gpt-inline4-passback{text-align:center;}

Unggahan dengan foto serupa juga ditemukan di akun dan media sosial lainnya, yaitu ini, ini, ini dan ini. Foto yang diklaim sebagai penyelamatan korban pertama kecelakaan Pesawat ATR 42-500 tersebut menarik banyak perhatian masyarakat. Dari salah satu unggahan yang beredar, foto tersebut mendapatkan hingga sekitar 14 ribu tanda reaksi, 728 komentar dan 245 kali dibagikan.

Lantas, benarkah foto yang beredar merupakan dokumentasi asli penyelamatan korban pesawat ATR 42-500?

ADVERTISEMENT

Periska Fakta Foto Penemuan ATR 42 500. foto/hotline periksa fakta tirto

Tim periksa fakta Tirto mencermati foto yang beredar dengan lebih seksama dan menemukan sejumlah kejanggalan visual yang mengindikasikan bahwa gambar tersebut tidak diambil dari peristiwa nyata. Salah satu kejanggalan paling mencolok terlihat pada tulisan Basarnas di rompi petugas. Dalam foto tersebut, tulisannya tampak salah eja, seperti “Basarnaa” dan “Saraaa”, padahal tulisan “Basarnas” terlihat jelas dan benar pada rompi petugas lain yang berada di posisi lebih dekat dengan kamera.

Selain kesalahan penulisan, keanehan juga terlihat pada bentuk tubuh sejumlah figur dalam foto. Beberapa sosok tampak buram dan menyatu dengan latar hutan di sekitarnya. Terdapat pula ketidakwajaran pada bentuk kaki, serta bagian wajah dan tangan yang terlihat menyatu atau tidak proporsional, ciri yang kerap ditemukan pada gambar hasil kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Berdasarkan kejanggalan tersebut, Tirto kemudian melakukan pemeriksaan menggunakan sejumlah alat pendeteksi gambar berbasis AI. Hasil analisis dari Hive Moderation menunjukkan bahwa foto tersebut memiliki probabilitas sebagai gambar buatan AI sebesar 99,8 persen. Pemeriksaan lanjutan menggunakan Undetectable AI juga menghasilkan temuan serupa, dengan kemungkinan gambar asli atau bukan buatan AI hanya sekitar 2 persen.

Untuk memperkuat temuan tersebut, pengecekan tambahan dilakukan melalui Wasit AI. Hasilnya kembali mengonfirmasi bahwa foto yang beredar merupakan gambar hasil rekayasa AI. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa foto yang diklaim sebagai dokumentasi penyelamatan korban pesawat ATR 42-500 tersebut bukanlah foto asli dari kejadian sebenarnya.

Meski demikian, foto buatan AI tersebut beredar luas tanpa disertai keterangan atau label yang menjelaskan bahwa gambar tersebut merupakan hasil kecerdasan buatan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan menyebarkan informasi keliru di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti operasi pencarian dan penyelamatan kecelakaan pesawat.

Dari hasil tiap pendeteksi AI, ditemukan bahwa foto yang beredar merupakan hasil buatan AI. namun demikian, gambar yang beredar tersebut tidak diberikan label atau tanda AI yang berpotensi menjadi informasi keliru.

Sementara itu, merujuk laporan Tirto.id pada Minggu (18/01/2026), atau di hari yang sama dengan narasi yang disampaikan pengunggah, Tim SAR gabungan memang telah berhasil menemukan satu korban dari kecelakaan pesawat tersebut. Namun, dalam pernyataannya yang disampaikan Basarnas melalui Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku Sar Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, korban dengan jenis kelamin laki-laki, ditemukan pada pukul 14.20 WITA, di koordinat 04°54' 44"S dan 119° 44' 48" S, di kedalaman jurang sekitar kurang lebih 200 meter.

Dari pernyataan tersebut, tidak ada pernyataan bahwa korban ditemukan di dinding tebing batu dengan kemiringan hampir tegak lurus, atau pada kemiringan 90 derajat, seperti narasi yang disampaikan pengunggah foto.

Di hari yang sama, atau hari kedua sejak jatuhnya pesawat, Tim SAR gabungan juga menemukan sejumlah bagian pesawat, termasuk rangka, kursi, serta lokasi mesin pesawat berdasarkan hasil pengamatan visual di lapangan.

Dalam peristiwa kecelakaan ini, penyebaran informasi yang akurat dan terverifikasi menjadi sangat penting. Meskipun tidak selalu menimbulkan dampak langsung, beredarnya informasi keliru dapat mengaburkan fakta dan mengganggu kejernihan informasi di tengah situasi yang masih genting.

Baca juga:Momen Dramatis Evakuasi Korban Kedua Pesawat ATR di SulselBasarnas: Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500 Telah Ditemukan

Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan informasi resmi maupun pemberitaan media nasional kredibel yang mendukung klaim bahwa foto yang beredar merupakan dokumentasi penyelamatan pesawat ATR 42-500. Sebaliknya, hasil pemeriksaan visual dan analisis menggunakan sejumlah pendeteksi AI menunjukkan bahwa gambar tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan.

Dengan demikian, klaim yang menyebutkan foto tersebut sebagai dokumentasi asli proses penyelamatan pesawat ATR 42-500 dinyatakan tidak benar.

========

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

https://tirto.id/basarnas-seluruh-korban-pesawat-atr-42-500-telah-ditemukan-hpLo
https://www.facebook.com/idha.bunga.2025/posts/pfbid024b6NXaKCCx7mfyfixCsxGFsNGYDFyPEYCwCK3Am7WAzqZev2XP4YykTvopwHpo8Ul?mibextid=wwXIfr&rdid=Hjxr7gJJpy1r6yVV#
https://archive.today/TQe3u
https://www.facebook.com/share/1Eourx3r5G/
https://vt.tiktok.com/ZSaB6qbJB/
https://vt.tiktok.com/ZSaB6awNX/
https://vt.tiktok.com/ZSaB6fULF/
https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
https://tirto.id/1-korban-pesawat-atr-ditemukan-di-jurang-sedalam-200-meter-hprh
https://tirto.id/momen-dramatis-evakuasi-korban-kedua-pesawat-atr-di-sulsel-hpA6

Publish date : 2026-01-26