[SALAH] Vaksin Sebabkan Radang Otak pada Bayi

Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Anggini” pada Jumat (3/7/2026) yang mengklaim seorang bayi di Bekasi mengalami radang otak setelah petugas kesehatan diduga salah menyuntikkan vaksin. Unggahan beserta narasi :

“Yang lagi Viralllll 

Salah Suntik Vaksin, Bayi di Bekasi Alami Radang Otak! 🥀

Jadwalnya suntik campak, tapi petugas malah menyuntikkan vaksin DPT hingga dua kali di kedua paha sang bayi. Bayi berusia 9 bulan di Bekasi ini langsung kejang-kejang hingga harus dirawat intensif di ruang PICU akibat mengalami ensefalitis

Saat ini, tim Komite Nasional PP KIPI dan Dinkes masih terus menyelidiki keterkaitan medis antara kesalahan prosedur tersebut dengan kondisi radang otak sang bayi.Mari kita kirimkan doa terbaik untuk kesembuhan sang bayi agar bisa segera pulih.”

Hingga Senin (20/7/2026) unggahan telah mendapatkan 104 tanda suka, 25 komentar dan telah dibagikan ulang 46 kali.

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “vaksin sebabkan radang otak pada bayi” ke mesin pencarian Google. Hasil pencarian mengarah ke pemberitaan kompas.com berjudul “Bayi di Bekasi Alami Kejang dan Radang Otak Usai Disuntik Vaksin di Puskesmas” yang terbit pada Selasa (30/6/2026).

Dalam pemberitaan tersebut diketahui seorang bayi berusia sembilan bulan di Kota Bekasi diduga mengalami radang otak setelah disuntik vaksin DPT dua kali di Puskesmas Bintara Jaya. Orang tua bayi tersebut datang ke puskesmas pada Sabtu (13/6/2026) untuk memberikan vaksin campak sesuai anjuran dokter spesialis anak, dan sudah menyampaikan tujuan tersebut sejak pendaftaran.

Namun, orang tua bayi mengaku sempat bertanya kepada petugas apakah suntikan yang diberikan benar dua kali di paha, dan bidan menjawab bahwa itu adalah vaksin DPT. Petugas beralasan anak tersebut belum menerima vaksin DPT dosis ketiga, padahal seluruh riwayat imunisasi sudah tercatat lengkap di Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Kurang dari 24 jam setelah imunisasi, bayi tersebut mengalami kejang berkepanjangan selama lebih dari 30 menit dan harus dirawat di ruang PICU. Diagnosis medis pun keluar: peradangan pada otak.

Dilansir dari kumparan.com, Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengakui telah terjadi penyuntikan vaksin ganda, namun menegaskan kondisi radang otak yang dialami bayi tersebut tidak berkaitan dengan vaksin yang diberikan. Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, menjelaskan hasil evaluasi bersama Tim Komisi Daerah Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Jawa Barat menyimpulkan penyuntikan vaksin ganda terjadi akibat pencatatan riwayat imunisasi yang tidak lengkap. Meski demikian, secara ilmiah pemberian vaksin ganda tidak menimbulkan efek samping berupa radang otak.

"Belum pernah ditemukan literatur yang menyatakan vaksin menyebabkan radang otak. Kemungkinan pasien sudah terpapar infeksi sebelumnya, tetapi belum terdeteksi. Vaksinasi hanya bertepatan dengan munculnya gejala penyakit itu," katanya.

Ia juga menegaskan tidak ditemukan bukti ilmiah yang menghubungkan penyuntikan vaksin dengan munculnya encephalitis maupun meningitis.

Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS) di bawah National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat, penyebab infeksius ensefalitis meliputi bakteri, virus, jamur, dan parasit, dengan faktor risiko seperti paparan lingkungan, riwayat perjalanan, atau kondisi imun yang lemah. Rujukan medis lain, MedlinePlus (dikelola oleh U.S. National Library of Med

Berdasarkan hasil kajian Tim Komda PP KIPI Jawa Barat, tidak ditemukan hubungan sebab-akibat antara penyuntikan vaksin dengan munculnya ensefalitis maupun meningitis. Jadi, unggahan berisi klaim “vaksin sebabkan radang otak pada bayi” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

https://megapolitaan.kompas.com/read/2026/06/30/19195551/bayi-di-bekasi-alami-kejang-dan-radang-otak-usai-disuntik-vaksin-di
https://kumparan.com/kumparannews/dinkes-bantah-salah-suntik-vaksin-jadi-penyebab-bayi-di-bekasi-kena-radang-otak-27iCfZSvhHT
https://www.ninds.nih.gov/health-information/disorders/encephalitis
https://medlineplus.gov/encephalitis.html
https://megapolitan.kompas.com/read/2026/06/30/22370171/dinkes-kota-bekasi-tegaskan-vaksin-dpt-tak-sebabkan-radang-otak-pada-bayi
https://web.facebook.com/groups/499529556413797/posts/1048736674826413
https://archive.org/details/screenshot-106_202607

Publish date : 2026-07-20