Hoaks! Mendes Yandri minta warung desa ditutup agar warga belanja di Kopdes

Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video berdurasi delapan detik di Facebook menampilkan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto yang sedang memberikan keterangan kepada wartawan.

Dalam video tersebut, Yandri seolah-olah menyatakan bahwa pemerintah berharap seluruh warung atau toko di desa ditutup agar masyarakat berbelanja di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Berikut narasi yang disampaikan dalam video tersebut:

“Pemerintah berharap warung pertoko di pedesaan ditutup supaya masyarakat desa belanja di koperasi desa”

Namun, benarkah Menteri Desa menyatakan pemerintah ingin menutup warung atau toko di desa agar masyarakat berbelanja di Kopdes?



(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Berdasarkan penelusuran, video tersebut serupa dengan unggahan di TikTok dan Instagram yang membahas pernyataan Menteri Desa mengenai program Koperasi Desa Merah Putih.

Video aslinya membahas bahwa sekitar 80 persen sisa hasil usaha (SHU) koperasi akan kembali kepada masyarakat desa melalui mekanisme keanggotaan koperasi. Tidak ada pernyataan yang menyebut pemerintah akan menutup warung atau toko di desa.

Pemerintah menjelaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih dibentuk untuk memperkuat perekonomian desa melalui pengelolaan berbagai unit usaha.

Program ini masih dikembangkan secara bertahap, sementara mekanisme pembagian keuntungan dan tata kelolanya terus disiapkan.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Menteri Koperasi Ferry Juliantono, sebagaimana dilansir ANTARA, menjelaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan berfungsi sebagai pusat pengelolaan dan distribusi berbagai komoditas bersubsidi, seperti gas LPG 3 kilogram, pupuk bersubsidi, beras, dan minyak goreng bagi masyarakat.

Selain itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa pemerintah tidak membenturkan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan warung atau usaha yang sudah ada. Menurutnya, koperasi tersebut justru hadir untuk mengisi celah distribusi yang belum terlayani dan memperkuat ekosistem ekonomi desa, bukan menggantikan atau menutup usaha masyarakat.

“Kita tidak kemudian membentur-benturkan dengan instrumen yang lain, seumpama hari ini pemerintah dengan masif membangun KDKMP. KDKMP ini tidak kemudian dibentur-benturkan untuk bisnis yang ada, tetapi mengambil celah yang kemudian masih terputus,” ujar Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, dilansir dari ANTARA.

ANTARA juga memeriksa audio dalam video menggunakan AI Detector Resemble AI. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa suara pada video tersebut merupakan generated AI (deepfake).



Selain itu, pada video juga terdapat label "AI Content" yang menandakan bahwa konten tersebut dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

Dengan demikian, klaim bahwa Menteri Desa menyatakan pemerintah akan menutup warung atau toko di desa agar masyarakat berbelanja di Koperasi Desa Merah Putih adalah tidak benar.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Video tersebut telah dimanipulasi menggunakan teknologi AI dan tidak sesuai dengan pernyataan resmi pemerintah.

Klaim: Mendes Yandri minta warung desa ditutup agar warga belanja di Kopdes

Rating: Hoaks

Pewarta: Tim JACX

Editor: M Arief Iskandar

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

https://www.facebook.com/reel/1734164964185673
https://www.tiktok.com/@bangsaonline/video/7659305309206351112?_r=1&_t=ZS-98SN0znM5W1
https://www.instagram.com/reel/DahCbI-hoqW/

Publish date : 2026-08-10