Keliru, Bahaya Vaksin HPV Gardasil 9 untuk Anak Laki-Laki

tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial mengklaim bahwa vaksin Human Papillomavirus (HPV), khususnya Gardasil 9, berbahaya dan tidak diperlukan bagi anak laki-laki. Dalam unggahan tersebut juga menyarankan agar pencegahan HPV cukup dilakukan melalui pendidikan seks.

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Instagram @dr.michaeljp.mhad (arsip) pada Rabu, (5/8/2026). Dalam unggahan tersebut menampilkan tangkapan layar laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengenai keamanan vaksin HPV serta dokumen package insert Gardasil 9 yang diterbitkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

“Efek samping Gardasil 9 (HPV) Yang di publish yang ringan2.. kulit merah2, bengkak, sakit kepala,” begitu narasi tertulis dalam gambar pada unggahan Instagram di slide pertama.

let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

#gpt-inline3-passback{text-align:center;}

Pengunggah juga menuliskan keterangan dalam caption unggahan, “Memang laki2 bisa menjadi pembawa virus, dan bisa jadi tidak bergejala, dan hanya menularkan ke perempuan.. Tapi, dari infeksi sampai kanker itu jauuuuuuuuuuuuuuhhhhhhh.. kecuali tidak terawat bertahun tahun tahun, baru bisa jadi kanker.. infeksi HPV bisa diobati di faskes faskes yang memadai. Tapi di lain itu, kayaknya lebih baik edukasi seksual aja deh yang diajarin, daripada vaksin nya.”

let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

#gpt-inline4-passback{text-align:center;}

Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (19/8/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 4541 tanda suka, 551 komentar, dan 1524 kali diunggah ulang. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi dukungan masyarakat untuk tidak melakukan vaksin HPV dan cara terbaik mencegahnya disebutkan dengan tidak melakukan seks bebas.

Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Aisha Maharani” yang menampilkan tangkapan layar bertuliskan efek samping lain dari penggunaan vaksin Gardasil 9 yang diklaim hingga menyebabkan pembuluh darah membesar dan kematian.

Lantas, benarkah vaksin HPV Gardasil 9 berbahaya dan tidak perlu diberikan kepada anak laki-laki?

Baca juga:Salah, Vaksin HPV Adalah Upaya Depopulasi & Sterilisasi Anak

Periksa Fakta Vaksin Gardasil 9. FOTO/Hotline Periksa Fakta Tirto

Tirto menelusuri klaim tersebut melalui sumber primer yang dicantumkan dalam unggahan, yakni laman CDC dan dokumen resmi FDA.

Dalam laman mengenai keamanan vaksin HPV, CDC menyatakan bahwa vaksin HPV memiliki catatan keamanan yang baik. CDC menyebut pemantauan keamanan dan penelitian yang dilakukan sejak vaksin HPV diperkenalkan pada 2006 menunjukkan profil keamanan yang meyakinkan.

Khusus Gardasil 9, CDC menyebut vaksin tersebut telah diuji dalam uji klinis yang melibatkan lebih dari 15.000 peserta laki-laki dan perempuan sebelum mendapatkan izin dari FDA. Keamanannya juga terus dipantau setelah digunakan secara luas.

CDC memang mencantumkan sejumlah efek samping setelah vaksinasi HPV. Efek yang umum antara lain nyeri, kemerahan atau pembengkakan pada lokasi suntikan, demam, sakit kepala, kelelahan, mual, serta nyeri otot atau sendi.

CDC juga menyebut, pingsan dapat terjadi setelah vaksinasi, termasuk pada vaksin HPV. Reaksi alergi berat atau anafilaksis juga mungkin terjadi, tetapi sangat jarang. Data CDC mencatat angka anafilaksis sekitar tiga kasus per satu juta dosis vaksin yang diberikan.

Dengan demikian, benar bahwa Gardasil 9 memiliki efek samping dan resiko tertentu. Namun, mencantumkan efek samping dalam dokumen keamanan vaksin tidak serta-merta membuktikan bahwa vaksin tersebut berbahaya.

Dokumen FDA U.S. Food and Drug Administration, yang dirujuk dalam unggahan merupakan Package Insert Gardasil 9. Dokumen tersebut memang memuat bagian mengenai kontraindikasi, peringatan, tindakan pencegahan, serta efek samping.

Namun, dokumen yang sama juga menunjukkan bahwa Gardasil 9 merupakan vaksin yang telah melalui proses evaluasi sebelum mendapatkan persetujuan FDA. Dalam dokumen tersebut, Gardasil 9 dinyatakan dapat digunakan pada anak laki-laki dan laki-laki usia 9 hingga 45 tahun untuk mencegah sejumlah penyakit yang berkaitan dengan HPV.

FDA menyebut, Gardasil 9 diindikasikan untuk anak laki-laki dan laki-laki usia 9 hingga 45 tahun dalam pencegahan kanker anus, kanker orofaring dan kanker kepala-leher tertentu yang disebabkan oleh tipe HPV tertentu, termasuk kutil kelamin. Vaksin tersebut juga digunakan untuk mencegah lesi prakanker atau displastik tertentu yang berkaitan dengan HPV.

Dengan demikian, dokumen FDA yang dijadikan rujukan dalam unggahan yang beredar justru tidak mendukung kesimpulan bahwa Gardasil 9 "tidak perlu" diberikan kepada anak laki-laki.

Menurut CDC, terkait klaim bahwa vaksin HPV tidak diperlukan untuk anak laki-laki juga mengabaikan penyakit yang dapat disebabkan HPV pada laki-laki. Pasalnya, infeksi HPV yang menetap dapat menyebabkan kanker penis pada laki-laki, kanker anus, serta kanker pada bagian belakang tenggorokan atau orofaring. HPV juga dapat menyebabkan kutil kelamin.

Karena itu, vaksin HPV tidak hanya ditujukan untuk mencegah kanker serviks pada perempuan. Perlindungan terhadap HPV juga memiliki manfaat bagi laki-laki.

CDC merekomendasikan vaksinasi HPV untuk anak laki-laki dan perempuan. CDC menyatakan vaksin HPV paling efektif diberikan sebelum seseorang terpapar HPV.

Pendidikan kesehatan seksual tetap penting untuk memberikan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan infeksi menular seksual. Namun, pendidikan seksual dan vaksinasi HPV memiliki fungsi yang berbeda.

Vaksinasi memberikan perlindungan terhadap tipe HPV tertentu sebelum seseorang terpapar virus. Sementara, pendidikan kesehatan seksual memberikan pengetahuan mengenai cara menjaga kesehatan dan mengurangi risiko penularan.

Karena itu, tidak tepat menyimpulkan bahwa vaksinasi HPV tidak diperlukan hanya karena pendidikan seksual dapat diberikan.

Hal tersebut juga disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran Universitas Dian Nuswantoro, dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.

“Pada laki-laki, vaksin HPV dapat membantu mencegah beberapa penyakit berikut: Kanker penis, kanker anus, kanker orofaring, kanker mulut dan tenggorokan, kutil kelamin,” papar Wilson kepada Tirto.

Wilson menambahkan, vaksin HPV direkomendasikan tidak hanya untuk perempuan, tetapi juga laki-laki sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit terkait HPV dan untuk mengurangi penularan virus sebab laki-laki dapat menjadi pembawa (carrier) virus HPV.

“Laki-laki dapat menjadi pembawa (carrier) virus HPV dan menularkannya kepada pasangan, meskipun seringkali mereka tidak memiliki gejala sama sekali. HPV menular melalui kontak seksual, termasuk hubungan vaginal, anal, maupun oral,” jelasnya.

Wilson memaparkan infeksi HPV pada laki-laki sering tanpa gejala, seseorang bisa menularkan virus tanpa menyadarinya. Inilah sebabnya vaksinasi pada laki-laki penting, bukan hanya untuk melindungi dirinya sendiri, tetapi juga membantu memutus rantai penularan ke pasangan.

CDC menyatakan, vaksin HPV merupakan salah satu cara untuk mencegah infeksi HPV yang paling umum menyebabkan kanker. Vaksin tersebut juga paling efektif apabila diberikan sebelum paparan HPV. Selain penelitian sebelum memperoleh izin, keamanan Gardasil 9 juga dipantau setelah digunakan.

CDC melaporkan analisis pemantauan keamanan pasca pemasaran terhadap Gardasil 9 melalui Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS). Dalam analisis terhadap 7.244 laporan setelah vaksinasi 9vHPV pada periode Desember 2014 hingga Desember 2017, sekitar 97 persen laporan dikategorikan tidak serius. Analisis tersebut tidak menemukan masalah keamanan baru atau tidak terduga.

Pemantauan melalui Vaccine Safety Datalink terhadap hampir 840.000 dosis 9vHPV yang diberikan pada periode 2015–2017 juga tidak menemukan masalah keamanan baru.

Hal ini bukan berarti vaksin tidak memiliki risiko sama sekali. Seperti produk medis lainnya, vaksin dapat menimbulkan efek samping. Namun, penilaian keamanan harus membedakan antara adanya laporan atau efek samping, dengan bukti bahwa vaksin menyebabkan bahaya serius secara umum.

Baca juga:Seberapa Penting Vaksin HPV untuk Kesehatan Anak Laki-Laki?

Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim bahwa vaksin HPV Gardasil 9 berbahaya dan tidak perlu diberikan kepada anak laki-laki karena cukup dengan pendidikan seks adalah informasi yang tidak utuh dan perlu diluruskan (missing context).

Memang benar Gardasil 9 memiliki efek samping dan risiko tertentu. Informasi tersebut tercantum secara terbuka dalam dokumen FDA dan laman CDC. Namun, bukti pemantauan keamanan dan penelitian yang tersedia tidak menunjukkan bahwa Gardasil 9 memiliki masalah keamanan baru atau tidak terduga secara umum.

Gardasil 9 juga secara resmi diindikasikan untuk anak laki-laki dan laki-laki usia 9–45 tahun dalam mencegah sejumlah penyakit yang berkaitan dengan HPV, termasuk kanker anus, kanker orofaring dan kanker kepala-leher tertentu serta kutil kelamin.

Sementara itu, pendidikan kesehatan seksual tetap penting, tetapi tidak memiliki fungsi yang sama dengan vaksinasi. Keduanya tidak tepat diposisikan sebagai pilihan yang saling menggantikan.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide,

https://www.instagram.com/p/Dbpto9aj2Lu/?igsh=MWJjcDlydG9qYTlveA==
https://archive.today/jPOe5
https://www.facebook.com/photo/?fbid=10240558532692813&set=pcb.10240558544733114
https://tirto.id/salah-vaksin-hpv-adalah-upaya-depopulasi-sterilisasi-anak-hA8K
https://www.cdc.gov/vaccine-safety/vaccines/hpv.html?utm_source=chatgpt.com
https://www.fda.gov/media/90064/download?utm_source=chatgpt.com
https://www.fda.gov/vaccines-blood-biologics/vaccines/gardasil-9?utm_source=chatgpt.com
https://stacks.cdc.gov/view/cdc/83849?utm_source=chatgpt.com
https://www.cdc.gov/pinkbook/hcp/table-of-contents/chapter-11-human-papillomavirus.html?utm_source=chatgpt.com
https://tirto.id/seberapa-penting-vaksin-hpv-untuk-kesehatan-anak-laki-laki-hAU4

Publish date : 2026-08-19