Cek fakta, video tsunami pasca gempa M 7,7 di NTT

Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di Facebook berdurasi 16 detik menampilkan rekaman ombak tinggi yang menerjang daratan.

Video tersebut dinarasikan sebagai tsunami setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Diketahui, gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB.

Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

“Tsunami pasca gempa di NTT

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Semoga tidak ada korban amin”

Namun, benarkah video tersebut merupakan tsunami setelah gempa magnitudo 7,7 di NTT?



Berdasarkan penelusuran, ANTARA menggunakan Google Reverse Image untuk mencari sumber video tersebut.

Hasilnya, video serupa ditemukan pada unggahan akun ini. Unggahan tersebut memuat keterangan storm surge atau gelombang badai yang terjadi di Dingalan, Aurora, Filipina, akibat Topan Super Fung-wong pada 9 November 2025.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

ANTARA juga menemukan footage yang sama dalam unggahan TVRI. Unggahan tersebut menjelaskan bahwa Topan Super Fung-wong menghantam wilayah Filipina pada Minggu (9/11/2025) dan menyebabkan dua orang meninggal dunia serta sekitar satu juta warga mengungsi. Topan tersebut juga menyebabkan banjir besar akibat gelombang yang menerjang wilayah pesisir.

Dengan kecepatan angin berkelanjutan mencapai 185 kilometer per jam dan hembusan hingga 230 kilometer per jam, Topan Super Fung-wong atau yang dikenal secara lokal sebagai Uwan diperkirakan mendarat di Provinsi Aurora, Luzon tengah.

Dengan demikian, video yang beredar bukan merupakan rekaman tsunami di NTT setelah gempa magnitudo 7,7, melainkan video lama yang terjadi di Filipina dan diunggah kembali dengan konteks yang berbeda.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengakhiri peringatan dini tsunami akibat gempa magnitudo 7,7 di Nagekeo, NTT. Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengatakan bahwa berdasarkan hasil observasi, tidak terdapat kenaikan muka air laut yang signifikan.

Hingga saat ini, korban gempa NTT dilaporkan mencapai 71 orang. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga telah mengirimkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa.

Klaim: video tsunami pasca gempa M 7,7 di NTT

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Rating: Hoaks

Pewarta: Tim JACX

Editor: M Arief Iskandar

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

https://www.facebook.com/reel/2497800977386874
https://www.facebook.com/reel/1139999768115740
https://www.instagram.com/reel/DQ3_iE-ApNV/

Publish date : 2026-08-21